RAMADHANI, MOCH. RAFLY (2026) KETIMPANGAN POSISI HAK KHIYAR KONSUMEN DALAM TRANSAKSI THRIFTING ONLINE INSTAGRAM DENGAN KEBIJAKAN NO RETURN NO REFUND PERSPEKTIF MADZHAB SYAFI'IYYAH. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.
|
Text
NASKAH Repository.pdf Download (2MB) |
Abstract
Moch. Rafly Ramadhani. Ketimpangan Posisi Hak Khiyar Konsumen dalam Transaksi Thrifting Online Instagram dengan Kebijakan No Return No Refund Perspektif Madzhab Syafi'iyyah. (Dibimbing oleh Saifuddin, M.E).
Aktivitas jual beli pakaian bekas layak pakai (thrifting) yang kini marak di media sosial Instagram menawarkan alternatif belanja praktis sekaligus ekonomis bagi publik. Fenomena ini rupanya menyisakan celah persoalan hukum yang serius akibat maraknya klausul sepihak berupa aturan pedagang yang melarang pengembalian barang maupun uang (no return no refund). Penerapan aturan tersebut menciptakan ketidakseimbangan posisi tawar karena membatasi hak pembeli untuk mengajukan komplain atau menuntut ganti rugi apabila barang yang sampai ke tangan mereka ternyata cacat atau menyimpang dari deskripsi awal. Atas dasar kondisi tersebut, studi ini hadir untuk memetakan bentuk ketimpangan hak yang dialami konsumen dalam ekosistem perdagangan baju bekas di Instagram, membedah legalitas kebijakan penolakan retur tersebut dalam kacamata Madzhab Syāfi'iyyah, sekaligus menguji signifikansi konsep khiyār—terutama khiyār 'aib—sebagai instrumen pelindung bagi pembeli.
Untuk memecahkan persoalan tersebut, penyelidikan ini menerapkan metode kualitatif melalui jenis studi literatur (library research) dengan menggunakan pisau analisis berupa pendekatan normatif-yuridis serta normatif-syar'i. Proses pengumpulan data sekunder dilakukan lewat penelusuran dokumen-dokumen penting, mulai dari regulasi negara, kitab-kitap fikih otoritatif, buku ilmiah, hingga jurnal akademik yang relevan, yang kemudian dibedah secara mendalam menggunakan metode analisis isi (content analysis). Kajian ini menemukan fakta bahwa pemberlakuan sistem no return no refund secara kaku sangat bertolak belakang dengan spirit Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena merampas hak konstitusional konsumen untuk memperoleh ganti rugi atas transaksi yang merugikan. Selaras dengan temuan yuridis tersebut, pandangan Madzhab Syāfi'iyyah juga menegaskan bahwa kebijakan kaku penjual tersebut tidak sah karena menegasikan hak khiyār 'aib, yang sejatinya menjamin kebebasan pembeli untuk membatalkan transaksi atau meminta kompensasi sepadan jika barang yang dibeli terbukti cacat.
Secara teoretis, hasil kajian ini memperkaya khazanah keilmuan Hukum Ekonomi Syariah dengan menekankan urgensi integrasi yang harmonis antara regulasi hukum nasional Indonesia dan nilai-nilai keadilan dalam fikih muamalah demi menciptakan iklim transaksi digital yang sehat dan berimbang. Sebagai rekomendasi, agenda penelitian berikutnya diharapkan dapat beralih ke metode lapangan atau empiris guna memotret realitas penegakan hak konsumen di beragam platform niaga elektronik secara langsung, sekaligus memperluas komparasi teoritis menggunakan sudut pandang mazhab fikih yang berbeda.
Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Thrifting Online, No Return No Refund, Khiyār 'Aib, Madzhab Syāfi'iyyah.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan Konsumen, Thrifting Online, No Return No Refund, Khiyār 'Aib, Madzhab Syāfi'iyyah. |
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > S1 Ekonomi Syari'ah |
| Depositing User: | Unnamed user with email raflyramadhan385@gmail.com |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 21:18 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 21:18 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4165 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
