Afifi, Moh. Ali (2026) Representasi Pesantren dalam Pemberitaan Media Televisi: Analisis Framing Program Xpose Uncensored Trans7 terhadap Isu Feodalisme Pesantren. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.
|
Text
Skripsi_2210100010_Moh. Ali Afifi_KPI.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (14MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi realitas media terhadap kehidupan pesantren dalam tayangan program Xpose Uncensored Trans7, khususnya pada isu feodalisme di Pondok Pesantren Lirboyo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya kontroversi masyarakat akibat tayangan tersebut yang dinilai membingkai pesantren secara negatif dan tidak proporsional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap tayangan program, dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis data menggunakan model analisis framing Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, membuat penilaian moral, dan rekomendasi pengobatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan Xpose Uncensored Trans7 tidak hanya merepresentasikan realitas, tetapi secara aktif mengonstruksi realitas pesantren melalui proses framing yang memuaskan dan cenderung bias. Pada tahap pendefinisian permasalahan, pesantren dibingkai sebagai institusi feodal yang sarat eksploitasi. Pada tahap diagnosis penyebab, dogma agama dan figur kiai direpresentasikan sebagai penyebab utama yang dianggap melanggengkan sistem tersebut. Pada tahap membuat penilaian moral, pesantren dinilai sebagai institusi yang opresif dan tidak adil, yang diperkuat melalui teknik visual, narasi, dan editing yang dramatis. Sementara itu, pada tahap rekomendasi pengobatan, tayangan tersebut justru memicu resistensi luas dari masyarakat dan otoritas keagamaan.
Penelitian ini juga menemukan adanya ketimpangan struktural dalam produksi narasi di ruang publik, di mana arus media utama memiliki dominasi dalam menentukan makna, sementara pesantren lebih sering menjadi objek representasi. Ketiadaan media arus utama yang dimiliki pesantren menyebabkan lemahnya kemampuan dalam membangun narasi tandingan (kontra narasi).
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa massa media memiliki kekuatan besar dalam membentuk realitas sosial, namun juga memiliki tanggung jawab etis untuk menyajikan informasi secara adil dan proporsional. Selain itu, penguasaan media menjadi kebutuhan strategis bagi pesantren dalam mempertahankan otoritas makna dan identitasnya di ruang publik modern.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Framing Media, Konstruksi Realitas, Pesantren, Xpose Uncensored, Robert N. Entman |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Fakultas Agama Islam > S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email afifi5463@gmail.com |
| Date Deposited: | 17 Oct 2026 02:20 |
| Last Modified: | 17 Oct 2026 02:20 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4194 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
