SILENT TREATMENT DALAM KONTEKS MUASYARAH BIL MA’RUF DAN PSIKOLOGI KELUARGA DALAM RUMAH TANGGA

Khomayroh, Yeni (2026) SILENT TREATMENT DALAM KONTEKS MUASYARAH BIL MA’RUF DAN PSIKOLOGI KELUARGA DALAM RUMAH TANGGA. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.

[thumbnail of 2210300001_Yeni Khomayroh_HK.pdf] Text
2210300001_Yeni Khomayroh_HK.pdf

Download (2MB)

Abstract

Pernikahan dalam Islam bertujuan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah melalui hubungan yang dilandasi kasih sayang, penghormatan, dan komunikasi yang baik. Namun, dalam kehidupan rumah tangga sering ditemukan berbagai bentuk konflik yang salah satunya diwujudkan melalui praktik silent treatment, yaitu perilaku mendiamkan pasangan secara sengaja dalam jangka waktu tertentu. Perilaku ini dapat menimbulkan dampak psikologis berupa perasaan diabaikan, kehilangan penghargaan, serta melemahnya keharmonisan keluarga. Adapun penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis praktik silent treatment sebagai bentuk disfungsi komunikasi dalam rumah tangga serta mengkaji self-disclosure sebagai strategi komunikasi yang dapat mengurangi dampak negatif silent treatment berdasarkan perspektif mu’asyarah bil ma’ruf dan psikologi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silent treatment merupakan bentuk disfungsi komunikasi yang bertentangan dengan prinsip mu’asyarah bil ma’ruf karena dapat menimbulkan jarak emosional, perasaan tidak dihargai, serta menurunkan kualitas hubungan suami istri. Faktor yang melatarbelakangi perilaku tersebut antara lain konflik rumah tangga, perbedaan cara berpikir, tekanan ekonomi, kelelahan emosional, dan ketidakmampuan pasangan dalam mengelola emosi. Ditinjau dari perspektif hukum Islam, silent treatment yang dilakukan secara berkepanjangan tidak sesuai dengan nilai-nilai mu’asyarah bil ma’ruf yang menekankan sikap saling menghormati, berbuat baik, dan menjaga komunikasi dalam kehidupan rumah tangga. Sementara itu, ditinjau dari perspektif psikologi keluarga, self-disclosure menjadi strategi yang efektif dalam mengatasi silent treatment karena dapat membangun rasa saling percaya, meningkatkan keterbukaan, serta memperkuat kedekatan emosional antarpasangan sehingga keharmonisan dan keutuhan keluarga dapat terjaga dengan baik.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Silent Treatment, Self-Disclosure, Mu’asyarah Bil Ma’ruf, Psikologi Keluarga,
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Agama Islam > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Unnamed user with email s34748512@gmail.com
Date Deposited: 19 Aug 2026 04:59
Last Modified: 20 Aug 2026 07:00
URI: https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4342

Actions (login required)

View Item View Item