ANALISIS UJI KELAYAKAN DISPENSASI KAWIN DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DI PENGADILAN AGAMA BONDOWOSO

Hartono, Zudi (2026) ANALISIS UJI KELAYAKAN DISPENSASI KAWIN DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DI PENGADILAN AGAMA BONDOWOSO. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.

[thumbnail of FINAL - Zudi.pdf] Text
FINAL - Zudi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Dispensasi kawin merupakan pemberian izin kawin oleh Pengadilan kepada calon suami dan istri yang usianya belum mencapai 19 tahun, hal ini berdasarkan undang-undang nomor 16 tahun 2019 atas perubahan undang-undang nomor 01 tahun 1974 tentang perkawinan. Sejak berlakunya undang undang nomor 16 tahun 2019 permohonan dispensasi kawin meningkat secara drastis, yang pada 2019 sebanyak 299 perkara dan pada tahun 2020 sebanyak 1077 perkara. Berdasarkan angka tersebut sehingga Pengadilan Agama Bondowoso berupaya untuk menekan angka perkawinan anak dengan membuat inovasi baru yang disebut Uji Kelayakan Dispensasi Kawin.
Uji Kelayakan Dispensasi Kawin merupakan upaya Pengadilan Agama Bondowoso untuk menekan angka perkawinan anak. Sebelum melakukan persidangan pemohon atau calon pengantin laki-laki dan perempuan harus mengikuti tes uji kelayakan terlebih dahulu, karena tes uji kelayakan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan persidangan. Melewati tes uji kelayakan dispensasi kawin, Pengadilan Agama Bondowoso berhasil menekan angka permohonan dispensasi kawin yang pada tahun 2023 sebanyak 421 perkara dan pada tahun 2024 sebanyak 227 perkara, sehingga peneliti ingin meneliti dan menganalisis uji kelayakan tersebut untuk mengetahui standar penilaian dan peran dispensasi kawin dalam proses pemeriksaan permohonan dispensasi kawin.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif-empiris dengan pendekatan kualitatif, dengan sumber data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap petugas uji kelayakan, panitera, dan hakim Pengadilan Agama Bondowoso, serta data sekunder berupa buku, jurnal, dan dokumen pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi data dan penyajian data, serta pengujian keabsahan data menggunakan metode triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Kelayakan Dispensasi Kawin merupakan syarat bagi calon pengantin sebelum perkara dispensasi kawin dibawa ke persidangan, yang dilaksanakan melalui sistem SIDIKA dengan menggunakan tiga puluh soal yang mencakup enam indikator penilaian, yaitu kemampuan umum, kesiapan berumah tangga, dampak bagi pendidikan, dampak bagi kesehatan, dampak bagi psikologi, serta keharmonisan dan sosial. Selain itu, pemohon juga diwajibkan melampirkan surat rekomendasi dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan sebagai bentuk penilaian kesiapan reproduksi calon mempelai perempuan, yang turut menjadi pertimbangan hakim dalam memutus perkara. Peneliti berharap program Uji Kelayakan Dispensasi Kawin yang sempat terhenti sejak tahun 2025 akibat kurangnya personil dan meningkatnya beban administrasi pasca penerapan e-court dapat segera diaktifkan kembali, serta perlu adanya upaya berkelanjutan untuk meluruskan pemahaman masyarakat agar tidak menjadikan perkawinan anak sebagai solusi atas persoalan sosial maupun ekonomi, melalui program sosialisasi yang melibatkan penyuluh agama, lembaga pendidikan, dan lembaga masyarakat.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Analisis. Uji Kelayakan, Perkawinan Anak
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Agama Islam > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Unnamed user with email zudihartono20@gmail.com
Date Deposited: 25 Aug 2026 02:51
Last Modified: 25 Aug 2026 02:51
URI: https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4410

Actions (login required)

View Item View Item