Ulum, Baridatul (2026) Asuhan Keperawatan pada Ny. A dengan Masalah Nyeri Akut Pascaoperasi Fraktur Femur Dekstra melalui Penerapan Terapi Kompres Dingin di Ruang Mawar Kuning Bawah RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.
|
Text
KIA_2532000034_Baridatul Ulum_NERS.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Fraktur femur merupakan salah satu cedera traumatik ekstremitas bawah yang paling sering terjadi. Perawatan pasca operasi sering kali melibatkan penanganan nyeri akut akibat kerusakan jaringan. Selain terapi farmakologis, manajemen nyeri dapat didukung oleh metode non-farmakologis yang aman dan efektif; salah satunya adalah terapi kompres dingin, yang memicu vasokonstriksi lokal untuk mengurangi stimulus nyeri dan edema. Tujuan: Menganalisis hasil asuhan keperawatan dan penerapan terapi kompres dingin dalam menangani nyeri akut pada pasien Ny. A pasca operasi fraktur femur dextra di Ruang Mawar Kuning Bawah RSUD RT Notopuro, Sidoarjo. Metode: Laporan kasus ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan deskriptif, yang mencakup tahapan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi adalah Ny. A yang mengalami nyeri akut pasca operasi fraktur femur dextra. Terapi kompres dingin diterapkan pada area sekitar lokasi operasi selama 15–20 menit secara berkala selama tiga hari (25–27 September 2025). Tingkat nyeri dievaluasi menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil: Pengkajian awal menunjukkan bahwa Ny. A mengeluhkan nyeri seperti ditusuk-tusuk pada paha kanannya, dengan skor 6 (nyeri sedang) pada skala tersebut. Tanda-tanda objektif meliputi wajah meringis, gelisah, peningkatan tekanan darah (190/110 mmHg), dan gangguan tidur. Setelah intervensi kompres dingin selama tiga hari, intensitas nyeri pasien berangsur menurun: dari skor 6 menjadi 5 pada hari pertama, skala 4 pada hari kedua, dan akhirnya menjadi 3 (nyeri ringan) pada hari ketiga. Pasien tampak lebih rileks, tidak lagi meringis, tanda-tanda kegelisahan berkurang, dan kualitas tidur membaik. Kesimpulan: Penerapan terapi kompres dingin terbukti efektif dalam mengurangi intensitas nyeri akut pada pasien pasca operasi fraktur femur dextra. Terapi non-farmakologis ini layak direkomendasikan sebagai prosedur pendukung standar untuk manajemen nyeri dalam proses perawatan ortopedi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fraktur Femur Dextra, Nyeri Akut, Kompres Dingin |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Kesehatan > Profesi Ners |
| Depositing User: | Unnamed user with email baridatululum@gmail.com |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 08:12 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 08:12 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4546 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
