Putri Maharani, Dewi (2026) Analisis Teori Erik Erikson tentang Kematangan Psikososial Remaja sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Lombok Kulon Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Masters thesis, Universitas Nurul Jadid.
|
Text
NASKAH FINAL DPM REVISI_watermark.pdf Restricted to Registered users only Download (45MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tingginya angka pernikahan dini serta menganalisis upaya pencegahan melalui pembangunan kematangan diri berdasarkan perspektif teori Erik Erikson. Fenomena pernikahan dini masih banyak terjadi di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, yang dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, dan pola pikir masyarakat yang menganggap pernikahan usia muda sebagai hal yang wajar. Selain itu, kekhawatiran terhadap pergaulan remaja dan tekanan sosial untuk menjaga norma serta kehormatan keluarga turut mendorong terjadinya pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan field research dengan jenis penelitian empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data berupa data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab pernikahan dini meliputi kuatnya budaya lokal, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan bebas, serta tekanan sosial untuk menjaga norma dan kehormatan keluarga. Analisis dengan perspektif ekologi Bronfenbrenner menunjukkan bahwa faktor-faktor ini beroperasi pada berbagai tingkat sistem mulai dari interaksi langsung dengan keluarga (microsystem) hingga nilai-nilai budaya yang lebih luas (macrosystem) yang saling memperkuat satu sama lain. Selain itu, rendahnya kematangan diri remaja dalam pengambilan keputusan turut menjadi faktor pendukung terjadinya pernikahan dini. Dengan demikian, pembangunan kematangan diri berdasarkan teori Erikson, khususnya pada tahap pencarian identitas, menjadi strategi penting dalam mencegah pernikahan dini. Pendekatan Positive Youth Development (PYD) dan teori Socioemotional Selectivity (Carstensen) memperkuat temuan bahwa remaja dengan perspektif waktu yang pendek dan aset perkembangan yang rendah lebih rentan terhadap pernikahan dini. Upaya ini didukung oleh pendekatan yang lebih holistik, tidak hanya melalui sosialisasi, tetapi juga melalui penguatan aspek psikologi remaja agar mampu mengambil keputusan yang lebih matang dan bertanggung jawab. Selain itu, keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat sangat diperlukan dalam membentuk kematangan diri remaja melalui edukasi yang berkelanjutan serta program pendampingan dan konseling agar pencegahan lebih efektif di berbagai lapisan masyarakat secara luas.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pernikahan Dini; Kematangan Diri; Teori Erikson; Perkembangan Remaja; Pencegahan |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > S2 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Unnamed user with email dewiputrimaharani66@gmail.com |
| Date Deposited: | 18 Oct 2026 01:40 |
| Last Modified: | 18 Oct 2026 01:40 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4660 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
