Analisis Istihsan atas Wasiat Wajibah bagi Anak Angkat

Putri, Elinda Efendi (2026) Analisis Istihsan atas Wasiat Wajibah bagi Anak Angkat. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.

[thumbnail of Skripsi_2210300016_Elinda Efendi Putri_HK.pdf] Text
Skripsi_2210300016_Elinda Efendi Putri_HK.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan wasiat wajibah yang diatur dalam pasal 209 Kompilasi Hukum Islam (KHI), di mana ketentuan tersebut memberikan hak kepada anak angkat untuk memperoleh sebagian harta peninggalan orang tua angkatnya, meskipun dalam Hukum Kewarisan Islam Klasik anak angkat tidak termasuk dalam golongan ahli waris karena tidak ada hubungan nasab dengan orang tua angkatnya. Kehadiran aturan ini menimbulkan perdebatan di kalangan praktisi hukum, mengingat pada dasarnya wasiat wajibah ditujukan kepada kerabat yang tidak termasuk ahli waris, sehingga Penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini diantaranya: 1) Bagaimana pelaksanaan Wasiat Wajibah bagi Anak Angkat di Indonesia?, 2) Bagaimana Analisis metode Istihsan terhadap aturan Wasiat Wajibah di Indonesia? Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan filosofis (philosophical approach) dengan sumber data yang terdiri atas bahan hukum primer, yaitu Al-Qur'an, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan beserta perubahannya, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta bahan hukum sekunder berupa literatur fikih, buku, jurnal ilmiah, dan karya ilmiah yang relevan dengan objek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research), sedangkan analisis data menggunakan metode kualitatif yang bersifat preskriptif dengan cara menginventarisasi, mengklasifikasi, menafsirkan, dan menganalisis bahan hukum berdasarkan konsep Istihsan untuk memperoleh argumentasi hukum yang relevan terhadap pemberian wasiat wajibah bagi anak angkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan Wasiat Wajibah bisa saja berbeda, berdasarkan dua putusan di Pengadilan Agama yang berbeda, satu kasus dikabulkan gugatannya dikarenakan penggugat yang merupakan anak angkat telah diakui secara hukum karena pengangkatannya melalui penetapan pengadilan, sedangkan kasus kedua ditolak karena penggugat yang menyatakan anak angkat ternyata tidak mempunyai kekuatan hukum atau anak tersebut tidak diangkat anak melalui proses pengadilan melainkan hanya melalui hukum adat saja, sehingga gugatannya ditolak.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Istihsan; Wasiat Wajibah; Anak Angkat, Kompilasi Hukum Islam; Kewarisan Islam.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Agama Islam > S1 Hukum Keluarga
Depositing User: Unnamed user with email elindaputri560@gmail.com
Date Deposited: 18 Oct 2026 02:37
Last Modified: 18 Oct 2026 02:39
URI: https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4686

Actions (login required)

View Item View Item