RANCANG BANGUN PROTOTYPE PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID TENAGA MIKROHYDRO (PLTMH) DAN TENAGA SURYA (PLTS) UNTUK EFISIENSI BEBAN PENERANGAN PEDESAAN

FIRMANSYAH, RIFANDI (2026) RANCANG BANGUN PROTOTYPE PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID TENAGA MIKROHYDRO (PLTMH) DAN TENAGA SURYA (PLTS) UNTUK EFISIENSI BEBAN PENERANGAN PEDESAAN. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.

[thumbnail of Rifandi Firmansyah Y revisi 2221300070  (1)_watermark.pdf] Text
Rifandi Firmansyah Y revisi 2221300070 (1)_watermark.pdf
Restricted to Registered users only

Download (27MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK
Rifandi Firmansyah, 2026, Rancang Bangun Prototype Pembangkit Listrik Hybrid Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Tenaga Surya (PLTS) Untuk Efisiensi Beban Penerangan Pedesaan, Prodi Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Nurul Jadid, Paiton Probolinggo, Pembimbing: (I) Eva Jamiyanti, S.T., M.T (II) Sulistiyanto, S.T., M.T.
Energi listrik yang berada di Indonesia sebagian besar diproduksi menggunakan sumber energi fosil yang ketersediaannya akan terus berkurang. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan dan pemanfaatan sumber energi terbarukan, seperti energi air dan energi surya, sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik. Dalam penelitian ini, prototipe dirancang dengan mengintegrasikan dua sistem pembangkit, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kedua sistem tersebut berfungsi sebagai sumber energi listrik yang dapat beroperasi secara bergantian apabila salah satu pembangkit mengalami gangguan, sehingga kontinuitas pasokan listrik tetap terjaga dan risiko pemadaman dapat diminimalkan. Komponen utama yang digunakan dalam sistem ini meliputi turbin air, generator, panel surya, Solar Charge Controller (SCC), baterai, serta sensor tegangan dan arus. Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh masing-masing pembangkit dipengaruhi oleh debit aliran air pada PLTMH dan intensitas radiasi matahari pada PLTS. Berdasarkan hasil pengujian, kedua pembangkit mampu menghasilkan tegangan sebesar 14 V DC yang kemudian disalurkan melalui SCC untuk mengisi baterai dengan tegangan nominal 12 V DC. Penggunaan dua unit baterai dengan spesifikasi masing-masing 12 V dan 5 Ah menghasilkan kapasitas energi total sebesar 120 Wh. Sistem PLTMH memiliki kapasitas energi sebesar 60 Wh, dengan daya maksimum 20,1 W, waktu pengisian penuh selama 3 jam, dan waktu penggunaan selama 5 jam. Sementara itu, sistem PLTS memiliki kapasitas energi sebesar 60 Wh, dengan daya maksimum 48,2 W, waktu pengisian penuh selama 1,3 jam, dan waktu penggunaan selama 5 jam. Selain itu, penerapan Automatic Transfer Switch (ATS) memungkinkan perpindahan sumber suplai listrik secara otomatis ketika salah satu pembangkit mengalami penurunan kinerja atau gangguan, sehingga kontinuitas penyaluran energi listrik ke beban dapat dipertahankan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Pembangkit Listrik, Mikrohidro, Panel Surya, Generator,energi
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Elektro
Depositing User: Unnamed user with email rifandifirmansyah0@gmail.com
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:06
Last Modified: 19 Oct 2026 02:06
URI: https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4881

Actions (login required)

View Item View Item