KEMAKSUMAN PARA NABI DALAM AL-QUR’AN STUDI : KOMPARATIF TAFSIR FAKHR AL-DĪN AL-RĀZĪ DAN MUḤAMMAD AL-ṬĀHIR IBN ‘ĀSHŪR.

FAUZI HASAN, AHMAD (2026) KEMAKSUMAN PARA NABI DALAM AL-QUR’AN STUDI : KOMPARATIF TAFSIR FAKHR AL-DĪN AL-RĀZĪ DAN MUḤAMMAD AL-ṬĀHIR IBN ‘ĀSHŪR. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.

[thumbnail of repot sarahh.pdf] Text
repot sarahh.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Diskusi mengenai konsep kemaksuman (‘Iṣmah) para nabi merupakan salah satu pilar fundamental dalam doktrin kenabian (al-nubuwwah) yang berfungsi menjaga legitimasi risalah dan otoritas moral keagamaan. Namun, keberadaan sejumlah ayat Al-Qur'an yang secara lahiriah memuat narasi godaan, kekeliruan, atau teguran (‘Itāb) terhadap para nabi sering kali memicu perdebatan teologis dan tantangan interpretatif lintas zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dan komparatif penafsiran tokoh klasik Fakhr al-Dīn al-Rāz dalam Mafātīḥ al-Gaiyb dan tokoh modern Muhammad Al-Tahir Ibn Asyur dalam at-Taḥrīr wa at-Tanwīrterhadap ayat-ayat yang dinilai problematis teologis tersebut, serta memetakan persamaan dan perbedaan metodologis di antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif dengan menerapkan metode tafsir komparatif (muqaran). Data primer digali langsung dari kedua kitab tafsir tersebut, sementara data sekunder diperoleh dari literatur ilmu tafsir, ilmu kalam, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik al-Razi maupun Ibn Asyur memiliki komitmen teologis yang sangat kokoh dalam mempertahankan doktrin ‘‘Iṣmah para nabi dari dosa besar maupun kecil yang mencederai martabat kenabian. Keduanya sepakat menolak riwayat Isra’iliyat dan mengategorikan tindakan lahiriah nabi yang problematis sebagai bentuk tark al-awlā(meninggalkan pilihan yang lebih utama), lintasan alami manusiawi, atau kekhilafan ijtihad spontan. Perbedaan mendasar terletak pada aspek epistemologis: al-Razi menggunakan pendekatan rasional-teologis (kalam-falsafi) khas dialektika mutakallimin dengan memetakan argumentasi logis serta menekankan kedaulatan mutlak kehendak ilahi (qadha’). Sebaliknya, Ibn Asyur menerapkan pendekatan modern-integratif berbasis estetika bahasa (balaghah), struktur wacana (nazm), dan tujuan syariat (maqashid). Ibn Asyur menyelesaikan problem teks melalui pembedaan ontologis ruang alam taklif dan non-taklif, distingsi fase pra-kenabian dan pasca-kenabian, serta melihat teguran ilahi secara fungsional-edukatif (tarbiyah).

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kemaksuman, Fakhr al-Dīn al-Rāz, Ibn Asyur, Tafsir Komparatif.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > S2 Studi Islam
Universitas Nurul Jadid > Pascasarjana > S2 Studi Islam
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z665 Library Science. Information Science
Divisions: Fakultas Agama Islam > S1 Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email hasanfauzi@gmail.com
Date Deposited: 19 Oct 2026 02:13
Last Modified: 19 Oct 2026 02:13
URI: https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/4883

Actions (login required)

View Item View Item