RELEVANSI TAFSIR QS. AR-RUM [30]:41 DAN QS. AL�BAQARAH [2]:30 DENGAN PERAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DALAM MENGATASI KRISIS SAMPAH LAUT

faizah, khoriyatul (2026) RELEVANSI TAFSIR QS. AR-RUM [30]:41 DAN QS. AL�BAQARAH [2]:30 DENGAN PERAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DALAM MENGATASI KRISIS SAMPAH LAUT. Other thesis, Universitas Nurul Jadid.

[thumbnail of 2110200059-KHORIYATUL FAIZAH-IAT_watermark.pdf] Text
2110200059-KHORIYATUL FAIZAH-IAT_watermark.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Krisis sampah laut merupakan salah satu persoalan lingkungan yang terus meningkat akibat aktivitas manusia dan berdampak terhadap keseimbangan ekosistem laut. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral manusia dalam menjaga kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi tafsir QS. Ar-Rum [30]:41 dan QS. Al-Baqarah [2]:30 dengan peran manusia sebagai khalifah dalam mengatasi krisis sampah laut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir maudhu'i (tematik). Data primer penelitian berasal dari Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir, yaitu Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Azhar karya Hamka, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir An-Nur karya Hasbi ash-Shiddieqy, dan Fi Zhilal al-Qur'an karya Sayyid Qutb. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, laporan lembaga internasional, dan dokumen lain yang berkaitan dengan krisis sampah laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ar-Rum [30]:41 menjelaskan kerusakan (fasad) di daratan dan lautan sebagai akibat dari perbuatan manusia yang mengakibatkan hilangnya keseimbangan alam. Sementara itu, QS. Al-Baqarah [2]:30 menegaskan bahwa manusia diangkat sebagai khalifah yang memiliki amanah untuk mengelola, menjaga, dan memelihara bumi secara bertanggung jawab. Kedua ayat tersebut memiliki keterkaitan yang saling melengkapi dalam menjelaskan hubungan antara penyebab kerusakan lingkungan dan tanggung jawab manusia dalam mengatasinya. Dalam konteks krisis sampah laut, pencemaran akibat sampah plastik dipahami sebagai salah satu bentuk fasad yang lahir dari perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penyelesaian krisis sampah laut tidak cukup dilakukan melalui pendekatan teknis dan kebijakan pengelolaan sampah semata, tetapi juga memerlukan penguatan kesadaran moral dan spiritual manusia sebagai khalifah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam QS. Ar-Rum [30]:41 dan QS. Al-Baqarah [2]:30 tetap relevan sebagai landasan etis dalam membangun tanggung jawab manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi krisis sampah laut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Agama Islam > S1 Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 27 Oct 2026 03:16
Last Modified: 27 Oct 2026 03:16
URI: https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/5357

Actions (login required)

View Item View Item