RIDWAN, MUHAMMAD (2026) PENERAPAN GEOMEMBRAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI GARAM DI DUSUN KAPASAN DESA RANDUTATAH KECAMATAN PAITON. Other thesis, UNIVERSITAS NURUL JADID.
|
Text
MUHAMMAD RIDWAN (2242400010).pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Pendapatan petani garam di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir seperti Dusun Kapasan, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, masih menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks. Meskipun memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah berupa hamparan tambak di pesisir Laut Jawa, para petani garam pada umumnya masih menggunakan metode produksi tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Ketergantungan pada kondisi cuaca, rendahnya kualitas garam akibat kontaminasi tanah, serta lemahnya posisi tawar petani dalam rantai distribusi menjadi faktor utama yang menyebabkan pendapatan petani stagnan dan kesejahteraan mereka sulit meningkat. Fenomena ini menunjukkan pentingnya inovasi yang tepat guna sebagai solusi strategis dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani garam secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara kerja geomembran dalam meningkatkan pendapatan usahatani garam, menganalisis dampak penerapan geomembran terhadap kesejahteraan petani garam, serta mengidentifikasi kendala dan tantangan dalam penerapan geomembran di Dusun Kapasan, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, melibatkan petani garam pengguna geomembran, pemilik lahan tambak, dan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam usaha garam di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan geomembran terbukti mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi garam secara signifikan, dengan kadar NaCl mencapai 97–99% dan waktu panen yang lebih singkat sehingga frekuensi panen meningkat hingga 5–6 kali per tahun. Pendapatan petani mengalami kenaikan dari rata-rata Rp 1,9 juta menjadi Rp 3,4 juta per bulan atau meningkat sekitar 60% dibandingkan metode tradisional. Namun demikian, peningkatan pendapatan tersebut masih dipengaruhi oleh berbagai faktor penghambat seperti tingginya biaya awal pemasangan geomembran, fluktuasi harga garam di pasar, keterbatasan akses modal, serta ketergantungan pada tengkulak. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan pemerintah melalui subsidi geomembran, penguatan kelembagaan kelompok tani, dan stabilisasi harga garam rakyat sebagai upaya terpadu dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi petani garam secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor H Social Sciences > HG Finance |
| Divisions: | Fakultas Sosial dan Humaniora > S1 Ekonomi |
| Depositing User: | Cicik Sri Rahayu |
| Date Deposited: | 31 Oct 2026 06:23 |
| Last Modified: | 31 Oct 2026 06:23 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/5832 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
