Rohman, Athour (2022) ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PEREDARAN ROKOK ILEGAL DI PROBOLINGGO. Other thesis, UNIVERSITAS NURUL JADID.
|
Text
01_BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (854kB) |
|
|
Text
02_BAB_II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
03_BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (850kB) |
|
|
Text
04_BAB_IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
05_BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (504kB) |
|
|
Text
06_DAFTAR_PUSTAKA.pdf Download (624kB) |
Abstract
Rohman, Athour. 2022. ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PEREDARAN ROKOK ILEGAL DI PROBOLINGGO. Skripsi Jurusan Hukum, Fakultas Sosial dan Humaniora, Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Pembimbing: (I) Mushafi, S. HI., M. H. (II) Ahmad Zairudin, S.H., M.H.
Kata kunci: Penanggulangan, Peredaran, Rokok Ilegal.
Ditemukan lonjakan yang sangat signifikan pada kasus hasil penindakan selama periode April 2021 hingga Maret 2022 dimana jumlah rokok ilegal berbagai merek yang dimusnahkan sebanyak 1.411.815 batang dengan perkiraan nilai total barang sebesar Rp4.116.694.780 serta potensi kerugian negara sebesar Rp1.124.767.952 dan semuanya telah dimusnahkan. Terlihat dari data di atas jumlah kerugian yang disebabkan karena tindak pidana peredaran rokok ilegal tanpa cukai ini sangatlah besar dan sangat merugikan negara. Hal tersebut harus mendapat perhatian dari aparat penegak hukum di wilayah Kota Probolinggo17. Oleh karena itu, upaya tersebut harus diperketat guna mencegah dan atau meminimalisasi tindak pidana penyelundupan rokok ilegal yang mungkin saja dapat terjadi di kemudian hari. Dengan melihat kemungkinan-kemungkinan tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian hukum yang berjudul “Analisis Faktor Penyebab Dan Penanggulangan Tindak Pidana Peredaran Rokok Ilegal Di Probolinggo”.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum dalam memberantas peredaran rokok ilegal tanpa cukai yaitu berupa penegakan hukum secara preventif (pencegahan) dan represif (penindakan). Penegakan hukum secara preventif yaitu dapat berupa mengadakan penyuluhan hukum kepada masyarakat dan juga kepada stakeholder yang ada. Penegakan hukum secara preventif (pencegahan) dapat juga berupa pengawasan dengan cara melakukan visiting ke pabrikpabrik minimal 10 kai dalam sebulan. Selain itu pihak intelijen dan penindakan melaksanakan patroli pasar, yaitu mengunjungi pasar-pasar yang ada di daerah kawasan kerja. Pengawasan dilaksanakan secara rutin dan juga sewaktu-waktu (isidentil). Penegakan hukum secara represif (penindakan) terhadap pelaku rokok ilegal dapat berupa sanksi administrasi, sanksi pidana serta melakukan penyitaan dan pemusnahan barang bukti. Akan tetapi, apabila pelaku rokok ilegal masih merupakan pemain baru, maka Pihak Intelijen dan Penindakan akan memberikan peringatan terlebih dahulu. Disamping itu, Pihak Intelijen dan Penindakan akan melakukan penyuluhan hukum dan bimbingan agar selanjutnya dalam memproduksi rokok dilakukan secara legal.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Sosial dan Humaniora > S1 Hukum |
| Depositing User: | Users 26 not found. |
| Date Deposited: | 11 Jan 2026 07:13 |
| Last Modified: | 11 Jan 2026 07:44 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/1013 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
