Udhma, Ifadatul (2024) PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA PENYEBAR KONTEN PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK MELALUI MEDIA SOSIAL. Other thesis, UNIVERSITAS NURUL JADID.
|
Text
01_COVER_DAN_AWALAN.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
02_BAB_I.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
03_BAB_II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
04_BAB_III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
05_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (496kB) |
|
|
Text
06_BAB_V.pdf Restricted to Registered users only Download (698kB) |
|
|
Text
07_DAFTAR_PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
Abstract
Udhma, Ifadatul. 2024. Pertanggungjawaban Pidana Penyebar Konten Pelecehan Seksual Terhadap Anak Melalui Media Sosial. Skripsi, Program Studi Hukum, Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial, Universitas Nurul Jadid. Pembimbing: Sulistina, S.H., M.H.
Kata Kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Pelecehan Seksual Anak, Media Sosial, UU ITE, UU TPKS.
Penyebaran konten pelecehan seksual terhadap anak melalui media sosial merupakan kejahatan siber yang berdampak destruktif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan emosional korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pertanggungjawaban pidana bagi pelaku penyebar konten tersebut serta mengevaluasi efektivitas regulasi yang berlaku di Indonesia dalam menanggulangi fenomena ini.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Fokus kajian diarahkan pada sinkronisasi norma antara Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 (Perubahan Kedua UU ITE), Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana pelaku penyebar konten pelecehan seksual anak didasarkan pada terpenuhinya unsur kesalahan (mens rea) dan perbuatan melawan hukum (actus reus) dalam mentransmisikan konten melanggar kesusilaan. Pelaku dapat dijerat dengan sanksi pidana penjara dan denda yang diperberat mengingat korbannya adalah anak di bawah umur. Selain aspek pemidanaan, penelitian ini menyoroti pentingnya peran orang tua, pengasuh, dan platform media sosial dalam melakukan pengawasan serta pembatasan akses guna memitigasi risiko paparan konten berbahaya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun perangkat hukum telah tersedia, diperlukan integrasi penegakan hukum yang lebih kuat dan peningkatan kesadaran digital masyarakat. Efektivitas kebijakan platform media sosial juga harus terus dievaluasi agar sejalan dengan standar perlindungan anak internasional guna menciptakan ruang siber yang aman bagi generasi muda.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Sosial dan Humaniora > S1 Hukum |
| Depositing User: | Users 19 not found. |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 07:07 |
| Last Modified: | 08 Feb 2026 05:31 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/1070 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
