Lailurrahman, Lailurrahman (2024) TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA: KAJIAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SUMENEP NO: 3/Pid.B/2024/PN.SMP. Other thesis, UNIVERSITAS NURUL JADID.
|
Text
01_COVER_DAN_AWALAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
02_BAB_I.pdf Restricted to Registered users only Download (757kB) |
|
|
Text
03_BAB_II.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
|
|
Text
04_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
05_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
|
|
Text
06_BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
07_DAFTAR_PUSTAKA.pdf Download (126MB) |
Abstract
Lailurrahman. 2025. Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang Dilakukan Secara Bersama-Sama (Kajian Putusan Pengadilan Negeri Sumenep Nomor 3/Pid.B/2024/PN Smp). Undergraduate Thesis, Program Studi Hukum, Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial, Universitas Nurul Jadid.
Kata Kunci: Pembunuhan Berencana, Penyertaan (Deelneming), Putusan Pengadilan, Pertimbangan Hakim.
Pembunuhan berencana merupakan tindak pidana terhadap nyawa yang memiliki kualifikasi paling berat dalam hukum pidana Indonesia. Fenomena ini menjadi lebih kompleks secara yuridis apabila dilakukan oleh lebih dari satu orang, yang melibatkan teori penyertaan (deelneming). Penelitian ini mengkaji Putusan Pengadilan Negeri Sumenep Nomor 3/Pid.B/2024/PN Smp untuk menganalisis penerapan unsur-unsur pidana dan pertimbangan hakim terhadap pelaku pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis-normatif dengan pendekatan kasus (case approach). Data utama bersumber dari salinan putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan (KUHP), serta literatur hukum terkait. Analisis dilakukan untuk memahami bagaimana hakim mengonstruksikan fakta-fakta persidangan ke dalam elemen pasal yang didakwakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Unsur "dengan rencana terlebih dahulu" terpenuhi melalui adanya tenggang waktu yang cukup bagi para pelaku untuk memikirkan cara pelaksanaan pembunuhan secara tenang. Sementara itu, keterlibatan bersama-sama dibuktikan melalui adanya kerja sama yang erat (bewuste samenwerking) dan pelaksanaan fisik (gezamenlijke pelaksanaan) antar para pelaku.
Dalam menjatuhkan sanksi, hakim mempertimbangkan fakta-fakta persidangan melalui dua aspek: pertimbangan yuridis (terpenuhinya unsur pasal) dan pertimbangan non-yuridis (hal-hal yang memberatkan dan meringankan). Penjatuhan pidana dalam putusan ini bertujuan untuk mewujudkan keadilan bagi korban serta memberikan efek jera (deterrent effect) terhadap para pelaku atas perbuatan yang merampas hak hidup manusia secara terencana.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Sosial dan Humaniora > S1 Hukum |
| Depositing User: | Users 19 not found. |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 07:34 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 04:25 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/1073 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
