Affianto, Affianto (2025) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENEGAKAN HUKUM BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PENIPUAN DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE. Other thesis, UNIVERSITAS NURUL JADID.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (897kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (721kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (598kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (1MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pertumbuhan e-commerce di Indonesia, namun juga diikuti oleh meningkatnya kasus penipuan dalam transaksi online. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan hukum terhadap pelaku penipuan, baik dari pihak penjual maupun pembeli, serta mengidentifikasi tantangan dan langkah-langkah penanganannya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan konseptual. Pembeli yang melakukan penipuan dapat dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda hingga Rp1 miliar. Sementara itu, penjual atau pelaku usaha yang menawarkan barang atau jasa tidak sesuai informasi pada label, e-ticket, deskripsi, iklan, atau promosi dapat dikenai Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar. Selain itu, Pasal 378 KUHP juga digunakan untuk menangani pelaku penipuan, meskipun penerapannya masih mengalami kendala terutama dalam hal alat bukti sesuai KUHAP. Oleh karena itu, pasal dalam UU ITE berperan sebagai dasar hukum tambahan dalam penegakan hukum siber. Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana e-commerce menghadapi tantangan berupa bukti digital yang sulit diperoleh, identitas pelaku yang sulit dilacak, serta rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hukum. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, peningkatan literasi digital, dan kolaborasi antar penegak hukum guna menekan kejahatan dalam transaksi online.
Kata Kunci: E-Commerce, Jual Beli Online, Pelaku, Penegakan Hukum.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Sosial dan Humaniora > S1 Hukum |
| Depositing User: | Users 19 not found. |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 03:24 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 03:24 |
| URI: | https://repository.unuja.ac.id/id/eprint/1082 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
